Back to Top

1
Hi, Guest!
PELAPISAN KARET LAGGING DRUM PULLEY CONVEYOR

PELAPISAN KARET LAGGING DRUM PULLEY CONVEYOR

Update Terakhir 09 / 01 / 2026
Minimal Pembelian 1 Meter Persegi / M2

Harga

Rp. 665.000
Bagikan
DESKRIPSI PRODUK

Detail PELAPISAN KARET LAGGING DRUM PULLEY CONVEYOR

Conveyor Pelapisan karet (rubber lagging) pada drum pulley conveyor adalah proses pemasangan lapisan karet khusus pada permukaan luar drum pulley yang berfungsi sebagai media kontak langsung dengan belt conveyor. Rubber lagging biasanya terbuat dari karet alam atau karet sintetis dengan ketebalan dan pola tertentu (plain atau diamond) sesuai kebutuhan aplikasi.

Tujuan utama pelapisan rubber lagging adalah untuk meningkatkan koefisien gesek antara drum pulley dan belt conveyor sehingga daya cengkeram menjadi lebih baik. Dengan adanya lapisan karet, risiko slip pada belt dapat diminimalkan, terutama pada kondisi beban berat, lingkungan basah, berdebu, atau berminyak. Selain itu, rubber lagging juga berfungsi sebagai pelindung permukaan drum pulley dari keausan, benturan material, serta korosi akibat lingkungan kerja.

Penerapan rubber lagging pada drum pulley mampu meningkatkan efisiensi sistem conveyor, memperpanjang umur belt dan pulley, serta mengurangi frekuensi perawatan dan downtime operasional.

Kekurangan Drum Pulley Tanpa Rubber Lagging

Apabila drum pulley tidak dilapisi rubber lagging, maka beberapa kekurangan berikut dapat terjadi:

1.Risiko Slip Belt Tinggi
Permukaan drum pulley yang berbahan logam memiliki daya gesek rendah, sehingga belt conveyor mudah mengalami slip, terutama saat start awal, beban berat, atau kondisi basah.

2.Keausan Belt Lebih Cepat
Kontak langsung antara belt dan permukaan logam dapat menyebabkan abrasi yang lebih cepat pada belt conveyor, sehingga umur pakai belt menjadi lebih pendek.

3.Efisiensi Transmisi Daya Menurun
Slip yang terjadi akan menyebabkan kehilangan daya, sehingga kinerja conveyor menjadi tidak optimal dan konsumsi energi meningkat.

4.Kerusakan Permukaan Pulley
Drum pulley tanpa pelapisan lebih rentan terhadap keausan, goresan, dan korosi akibat gesekan langsung dan paparan lingkungan kerja.

5.Peningkatan Biaya Perawatan
Frekuensi penggantian belt dan perbaikan pulley menjadi lebih sering, yang berdampak pada meningkatnya biaya maintenance dan downtime produksi.

6.Operasi Kurang Stabil
Tanpa rubber lagging, sistem conveyor lebih sulit menjaga kestabilan putaran, khususnya pada conveyor panjang atau dengan sudut kemiringan tertentu.